Kepulauan Togean adalah sebuah
taman nasional yang terletak di Teluk Tomini, Sulawesi Tengah. Wilayah ini
berada di Kabupaten Tojo Una-una. Kepulauan ini dikenal dengan kekayaan terumbu
karang dan biota laut yang langka, indah dan dilindungi. Ada 66 pulau kecil di
perairan Togean yang masing-masing terpencar di sebelah Timur dan Barat.
Beberapa aktivitas yang dapat
dilakukan di Kepulauan Togean antara lain : Menyelam dan Snorkeling di Pulau
Kadidiri, memancing, menjelajah alam hutan yang ada di Kadidiri untuk menuju ke
Pantai Baracuda, ada juga di Pulau Malenge dan wisatawan juga bisa mengunjungi
pemukiman Orang Bajo di Kabalutan.
Untuk sampai ke tempat ini memang
sulit. Ada dua jalur yang bisa dilalui yaitu melalui Gorontalo atau Palu. Dari
kota Gorontalo ke Pelabuhan Ferry hanya sekitar 15-20 menit saja dan
dilanjutkan perjalanan laut dengan Ferry KM Tuna Tomini menuju Pelabuhan Wakai sekitar 12 jam. Akan
tetapi jika melalui Palu, perjalanan darat untuk ke Pelabuhan Ampana memakan
waktu sekitar 10 jam dan dilanjutkan dengan perjalanan laut sekitar 4-5 jam
menuju pelabuhan Wakai dan ingat, harus menyesuaikan jadwal kapal juga. Jadi,
silahkan memilih lewat Gorontalo atau Palu.
Saya dan teman-teman (Mas Sandi,
Septi, Mas Masrur, Hanum, Rendy, dan Bang Johan) memilih untuk lewat Gorontalo.
Pertimbangannya adalah jarak dari Kota ke Pelabuhan sangat dekat, memang untuk
jalur laut nya sangat lama yaitu sekitar 12 jam, tapi berhubung Kapal Fery tersebut
berangkatnya malam, membuat kami tertidur lelap dan perjalanan pun menjadi tak
terasa. Jadwal Ferry tujuan Wakai yaitu Selasa dan Jumat (pada saat itu-jadwal bisa berubah-ubah disesuaikan cuaca).
Harga tiket bervariasi, namun kami memilih kelas Eksekutif dengan harga
IDR 89.000,- (Delapan Puluh Sembilan Ribu Rupiah) tentunya fasilitas AC,
Reclining Seat, dan Televisi layar datar yang ukurannya lumayan besar,
ditambah dengan adanya DVD Player. Kita juga bisa menyaksikan matahari terbenam dari kapal dan melihat bintang-bintang yang bertaburan di langit teluk tomini, sangat indah, menemani kami dalam perjalanan yang cukup lama.
 |
Kapal Tuna Tomini |
 |
Kami siap berlayar mengarungi lautan selama 12 jam perjalanan |
Hari Pertama, 11 Januari 2014 :
Wakai - Pulau Kadidiri, Snorkeling di Pulau Taipi dan Pantai Baracuda
Pantai Baracuda terletak di balik
Pulau Kadidiri. Kami harus berjalan kaki menyusuri hutan yang rindang. Jarak
yang ditempuh sekitar 1-1.5Jam. Hutan yang dikelilingi Pohon pohon kelapa yang
menjulang tinggi dan rimbun dengan pepohonan lain nya serta suara-suara
binatang menemani perjalanan kami menuju Pantai Baracuda. Pantai ini sepi,
belum begitu banyak yang berkunjung, mungkin karena letaknya dibalik pulau
kadidiri, jadi belum begitu banyak yang tahu. Tepian pantai yang tidak begitu
luas, dengan pasir putih yang cukup lembut, yang ditemani dengan deburan ombak
membuat rasa lelah kami terbayarkan. Aktivitas yang dapat dilakukan di sini
adalah berjemur, bermain-main air dan pasir, serta dapat menyaksikan matahari
terbenam dari Pantai ini.
Hari Kedua, 12 Januari 2014 :
Pantai Karina dan Danau Togean (Stingless Jellyfish Lake)
Keesokan harinya, setelah sarapan
pagi, kami pun check out dan melanjutkan perjalanan di kepulauan togean serta
kembali menuju Wakai. Rencana ingin ke Pulau Papan untuk melihat perkambungan
Bajo dan ke pulau-pulau lainnya, harus dibatalkan karena cuaca masih belum bersahabat
dan kapal yang kami sewa ternyata kembali ke Wakai, tidak berani untuk
mengantarkan kami ke Pulau-pulau yang berada di Kepulauan Togean dikarenakan
ombak yang cukup besar. Waduh, rasa cemas mulai menghampiri kami. Pada akhirnya
kami menyewa lagi kapal motor di Black Marlin (sebuah Cottage di Pulau
Kadidiri), ini yang dinamakan Biaya Tak Terduga, untuk mengantarkan kami
kembali ke Pelabuhan Wakai. Sebelum ke Wakai, kami meminta untuk diantarkan ke
Danau Togean. Awalnya Nahkoda Kapal ragu untuk mengantarkan kami ke sana karena
ombak yang cukup besar dan takut kehabisan bahan bakar juga. Letak Danau Togean
cukup jauh dari Pulau Kadidiri dan tidak searah dengan Wakai. Sedang kapal fery
tujuan Ampana berangkat dari Wakai jam 16.00 WITA. Itu yang menjadi
pertimbangan Nahkoda Kapal. Tapi akhirnya, dengan rasa percaya diri dan
tentunya disertai doa, kami pun melanjutkan perjalanan ke Danau Togean. Jarak
yang ditempuh untuk sampai ke Danau ini sekitar 1 jam dari Pulau Kadidiri.
 |
Kapal yang kami sewa, Antar ke Danau Ubur-ubur dan kembali ke Wakai |
 |
Batu Karst menambah cantik Pulau ini |
Keberadaan Danau Togean hanya
dipisahkan oleh sebuah pantai yang indah yaitu Pantai Karina. Untuk sampai ke
Danau Togean, harus menunggu air laut sedang pasang atau jika surut kita harus
berjalan kaki. Kami harus trekking memanjat, merangkak untuk memasuki sebuah
hutan kecil dengan pepohonan dan ranting yang kering yang jika dipegang rapuh,
diinjak patah, bebatuan kecil-kecil dan pasir jika berjalan licin dan seperti
longsor berjatuhan ke bawah. Membutuhkan waktu sekitar 1 jam trekking untuk
sampai ke danau ini. Sungguh luar biasa jalan menuju ke danau ini. Pantas saja
masih belum banyak yang tahu tempat ini. Disarankan memakai sepatu/sendal gunung, jangan memakai sandal jepit, bisa putus jika belum mahir melewati jalur ini. Jalan yang dihapit oleh 2 tempat yang
berbeda, jalan yang berada di tengah-tengah, di sebelah kiri sebuah pantai dan
sebelah kanan adalah sebuah danau tempat spesies ubur-ubur tanpa sengat. Tidak
seperti di Danau Kakaban, Kepulauan Derawan, yang jalan menuju danaunya sudah
ada jalur dan sangat mudah untuk dilalui.
 |
Pantai Karina |
 |
Awal masuk menuju Danau Ubur-ubur |
 |
Butuh perjuangan untuk sampai di Danau Ubur-ubur (Togean) |
 |
Terlihat Danau (Kanan) yang berbatasan langsung dengan Pantai |
Rasa lelah kami, luka luka kecil
yang kami alami akibat trekking, semua terbayar sudah ketika kami melihat
sebuah dermaga kayu yang tidak begitu besar dan panjang terbentang menyambut kehadiran kami. Ya, Danau Togean,
Stingless Jellyfish Lake. Danau yang luas, dikelilingi oleh rimbunnya pepohonan
di sebrang, kanan dan kiri danau, begitu asri dan indah sekali. Sama seperti di
Danau Kakaban, Kepulauan Derawan (lihat ulasan sebelumnya), danau ini berair
payau. Karena letaknya berdekatan dengan pantai. Letak danau yang tersembunyi dan belum banyak pengunjung yang tahu keberadaannya, membuat air di danau ini tidak keruh. Jadi terlihat jelas sekali ubur-ubur yang canti dan mempesona sedang menari di dalam air. Di sini kita bisa snorkeling dan bermain bersama Ubur-ubur yang tak menyengat dengan aman. Tidak boleh menggunakan Fin
pada saat snorkeling, tidak boleh loncat juga, dikarenakan ubur-ubur sangat
rentan dan bisa hancur.

 |
Akhirnya, perjuangan itu berbuah hasil yang indah, Danau Ubur-ubur Togean |
 |
Bermain bersama Ubur-ubur tanpa sengat |
 |
Bersama teman/sahabat - Bersama orang-orang yang menyenangkan |
Semoga penjelasan di atas bisa membantu teman-teman yang ingin berlibur ke Kepulauan Togean, Sulawesi Tengah. Tetap dijaga kelestarian alam Indonesia ya teman...
Tak Ada Yang Seindah Negeri Sendiri, Ya Indonesiaku...
Siapa bilang tanpa sengat...Masih ada sengatnya dikit. Buktinya waktu cium ubur-uburnya, bibir aku kesetrum....
BalasHapusKapan bisa main ke togean ya XD cakep gitu viewnya~
BalasHapusmasih simpan kontak untuk sewa kapalnya?
BalasHapussewa kapalnya berapa sehari?
BalasHapusPantai Karina di Togean ini favorit banget buat saya gan. Sepiiii
BalasHapus