Diberdayakan oleh Blogger.
PINK BEACH-NYA LOMBOK?? YA PANTAI TANGSI, SALAH SATU PANTAI CANTIK DARI LOMBOK TIMUR
Mungkin selama ini, yang kebanyakan orang Indonesia tahu, Pantai Pink hanya ada di Flores, NTT. Ternyata di Lombok juga ada, Lho!!! Ya, Pantai Tangsi namanya. Pantai ini berada di daerah Jerowaru, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat dan merupakan bagian dari Pantai Tanjung Ringgit. Letak pantai ini tersembunyi dan Infrastuktur jalan yang kurang memadai, membuat pantai ini belum terexpose media dan wisatawan. Jadi masih belum ramai dikunjungi. Tidak banyak yang menyangka kalau Pantai Tangsi ini sekarang berubah nama menjadi Pantai Pink.
Jarak tempuh untuk sampai ke
tempat ini sekitar 2-3 jam dari kota Mataram. Lumayan jauh dengan medan jalan
yang cukup berat. Jalanan yang dilalui siap untuk mengocok perut Anda, berliku-liku,
banyak lubang dan melewati hutan-hutan di sepanjang jalan. Saya sarankan untuk
menyewa mobil beserta fasilitas supirnya yang merupakan orang lokal dan mengetahui
medan nya. Untuk meminimalisir waktu dan resiko tersasar, lebih baik banyak
bertanya dengan warga sekitar pada saat menemukan pertigaan. Pantai ini sangat
berdekatan sekali dengan Pantai Tanjung Ringgit.
Belum banyak penginapan yang ada di Pantai Tangsi ini. Setiba nya di sana, saya hanya melihat ada satu
Pondokan (seperti Bungalow) yang letaknya di atas bukit. Saya dan teman-teman
menginap di Bungalow tersebut. Bungalow milik Pak Dwi, warga setempat ini,
memiliki View yang sangat bagus, langsung menghadap Pantai dan lautan lepas.
| Bungalow tempat kami menginap |
Pantai Tangsi memiliki tekstur
pasir yang sangat lembut dan tentunya berwarna merah muda. Apalagi saat terkena
air laut dan sinar matahari, warna pink nya terlihat jelas sekali. Selain pasir
pantai nya yang berwarna pink, pantai ini juga memiliki panorama alam yang
sangat mengesankan. Pemandangan yang indah, aroma laut yang khas, hembusan angin
yang menerpa, dan deburan ombak yang membentur karang, membuat hati siapapun
yang berkunjung ke tempat ini menjadi tenang. Pantai Tangsi memiliki deburan
ombak yang sangat kecil, sehingga aman untuk bermain-main dan tidak
membahayakan.
| Pantai Tangsi, Pink nya terlihat jelas saat terkena Air laut dan Sinar Matahari |
Keindahan Pantai Tangsi pun
semakin sempurna dengan hamparan bukit disekelilingnya dengan padang rumput
yang luas. Dari bukit ini lah pemandangan Pantai Tangsi terlihat sangat indah.
Pantai Tangsi juga berdekatan dengan Tanjung Ringgit. Jaraknya hanya sekitar 2 km
saja. Bisa ditempuh dengan berjalan kaki atau sepeda motor. Dari tempat ini,
kita juga bisa menyaksikan matahari terbit yang begitu indah.
| View dari bukit Pantai Tangsi |
| View Matahari terbit dari Tanjung Ringgit |
Oh ya, dari Pantai Tangsi, kita
bisa menyewa perahu setempat untuk berkeliling ke gugusan pulau-pulau kecil
(Gili) seperti Gili Petelu dan Sebui Island (tunggu ya ulasan berikutnya
tentang Gili Petelu).
Jadi bagi Anda yang ingin liburan
ke Lombok, jangan lewatkan tempat yang satu ini, Ya, Pantai Tangsi – Pink Beach-Nya
Lombok dengan tekstur pasir yang lembut dan berwarna Pink. Dijamin, rasa lelah
Anda dalam menempuh perjalanan ke Pantai Tangsi, akan terbayarkan dengan pesona
keindahannya.
Tag :
Pesona Lombok,
Pulau Harapan, Sekali Dayung Dua Tiga Pulau Terlampaui
Pulau Harapan merupakan salah satu gugusan pulau yang
terletak di Utara Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Penduduk di pulau harapan
sekitar kurang lebih 2.000 jiwa. Selain bermain pasir, keindahan alam bawah
lautnya pun masih cukup terpelihara dengan baik.
| Pintu Masuk Pulau Harapan |
Tanggal 28-29 Desember 2013, saya membawa rombongan (13
org-Risty dkk.)
menuju Pulau Harapan. Seperti biasa, meeting
point dan berkumpul di Pom Bensin Dermaga Muara Angke. Karena saya sebagai
TL-nya alias Tour Leader, jadi saya sudah tiba duluan pada saat matahari belum benar-benar
tampak di ufuk timur. Di sana sudah banyak kapal-kapal nelayan yang bersandar
di dermaga. Ada yang mengangkut ikan, ada juga yang mengangkut penumpang menuju
pulau-pulau di Kepulauan Seribu. Kapal-kapal ini terbuat dari kayu yang bisa
mengangkut sekitar 100 orang untuk satu kali jalan. Tujuannya berbagai rute
seperti Pulau Untung Jawa, Pulau Pramuka, Pulau Pari, Pulau Tidung dan yang
paling terakhir adalah Pulau Harapan.
Dengan menggunakan kapal kayu Harapan Express, jarak yang
ditempuh untuk sampai ke Pulau Harapan adalah sekitar 3 jam dari Muara Angke.
Kapal ini tidak transit di pulau lain, tetapi langsung menuju Pulau Harapan.
Biasanya waktu tempuh bisa lebih dari 3 jam jika kita menggunakan kapal lain
seperti Dolphin karena kapal tersebut merapat terlebih dahulu di Pulau Pramuka atau Pulau Untung
Jawa untuk menurunkan penumpang. Cuaca saat itu sangat cerah tetapi angin yang berhembus sangatlah kencang
dan ombak pun lumayan besar. Perjalanan kali itu telah mengocok perut kami sampai mual.
![]() | |
| Kapal Kayu Harapan Express |
![]() |
| Salah satu Homestay di Pulau Harapan |
Sesampainya di Pulau Harapan, kami disambut oleh dermaga
sepanjang kurang lebih 30 meter. Jika ingin menginap, Anda bisa memilih banyak
homestay di sana. Letaknya pun tidak terlalu jauh dari dermaga. Berbeda dengan pulau-pulau lain yang banyak dikunjungi wisatawan, seperti
Pulau Tidung yang terkenal dengan Jembatan Cinta dan Pulau Pari dengan Pantai
Pasir Perawan, Pulau Harapan memiliki istilah Hopping
Island. Hopping island adalah
berkeliling ke beberapa pulau yang ada di sekitar Pulau Harapan seperti Pulau
Kelapa, Pulau Bulat, Pulau Kayu Angin Bira, Pulau Bira, dan Pulau Perak.
Kegiatan kami pada hari pertama adalah snorkeling di Pulau Bira dan Pulau Putri. Ternyata, pulau-pulau
ini memiliki terumbu
karang masih cukup terjaga dengan baik dan banyak ikan yang berwarna-warni juga. Maklum, Pulau Harapan terletak di
garis terluar Kepulauan Seribu, cukup jauh dari polusi Jakarta.
| Spot snorkeling di sekitar Pulau Harapan |
Setelah puas dengan snorkeling,
kami pun melipir ke
pulau-pulau lain, yaitu Pulau Perak dan Pulau Gosong. Kedua pulau ini memiliki hamparan
pasir putih dan air laut yang jernih. Pulau Perak memiliki luas 3,06 ha. Selain bisa menikmati indahnya
Pulau Perak, Anda juga bisa melakukan kegiatan seperti bermain pasir, berenang, atau hanya sekedar ciprat-ciprat
air. Anda juga bisa mendirikan tenda untuk berkemah. Namun sayang, masih banyak
sampah berserakan di pulau ini ulah tangan tak bertanggung jawab.
| Pulau Perak (Kep. Seribu) |
Untuk Pulau Gosong, saya menyebutnya dengan “Pulau Ada dan Tiada”. Pulau ini nongol
berdasarkan keadaan cuaca. Jika air laut sedang pasang, pulau ini hilang. Sebaliknya, jika air laut sedang
surut, Anda akan menemukan Pulau Gosong dengan hamparan pasir putih yang
lembut. Indah alami tercuci air laut.
Sehabis gosong-gosongan di Pulau
Gosong, kita bisa berperahu kembali ke Pulau Harapan. Kalau waktunya tepat,
kita bisa sambil menikmati
sunset seiring
laju perahu sore hari. Bagaimana, puas kan kalau berkeliling di sekitaran Pulau
Harapan?
| Senja di Pulau Gosong (Kep. Seribu) |
| Menikmati Sunset seiring laju perahu |
Keesokan harinya, kami melihat sunrise dari dermaga Pulau Harapan. Usai
matahari nongol, sebelum berkemas pulang, masih ada waktu buat hopping island
lagi. Pulau yang
ditawarkan adalah Pulau Kayu Angin Bira dan Pulau Bulat. Jadi tidak
perlu buru—buru atau takut ketinggalan kapal yang balik ke Muara Angke. Pulau
Kayu Angin dan Pulau Bulat tidak terlalu jauh, kok. Masih bisa bermain sekejap
dan hunting foto di 2 pulau itu.
| Sunrise dari Dermaga Pulau Harapan |
![]() |
| Risty dkk bergaya di Pulau Kayu Angin (Kep. Seribu) |
| Pulau Bulat (Kep. Seribu) |
Tidak perlu jauh-jauh meninggalkan Jakarta untuk sekedar
menikmati pantai
dengan hamparan pasir putih dan air laut yang masih biru. Selain itu, tidak
perlu merogoh kocek terlalu dalam juga untuk ke Pulau Harapan. Di sini Anda
bisa melepaskan beban pikiran, kesibukan dalam pekerjaan dan lari sejenak dari
hiruk pikuk Kota Jakarta. Hanya dengan Rp 350.000,- (tergantung kuota), Anda bisa
menginap selama 2 hari 1 malam di Pulau Harapan.
So, bagaimana, Kawan? Liburan hemat, mudah dijangkau, tidak
repot, asri spot, tapi mampu me-refresh energi, Pulau Harapan jadi pilihan.


